By Linkqi Keller

Sabtu, 10 Desember 2011

Bang ***


Dasar tolol,,,,!!!bgmn mungkin kau katakan cinta saat kau telah mengikat janji dgn orang lain….
Sungguh kau tak mengerti makna cinta yang sebenarnya dan bagaimana cara menghargai perempuan.
siapakah yang sedang kau permainkan persaannya "saya?" atau "dia?" atau malah "kau bangsat"??????
 Jngan sembarang mengumbar kata2 manis,,simpanlah dengan rapi untuk seseorang yang halal bagimu agar kelak kau tak bosan saat waktunya tiba,,agar kelak kau tak kehabisan tabungan kata ntuk pasanganmu..
Wanita tak butuh pujangga,,,yang hanya manis sebentar,,
betapa jahatnya mereka yang memanfaatkan kelemahan wanita dengan merayunya
kau pasti tau wanita suka ditinggikan,,suka mengawang2 dgn beragam kata pujian,karena memang kodratnya ingin dipuji,ingin dimanja......
tak perlu dgn kata tapi dengan sikap,,cukup masing2 berbuat baik..insyaallah wanita yang baik untuk laki2 yang baik. Biarkan Tuhan yang menilai kebaikanmu dan mempersiapkanmu untuk seseorang yang tepat disaat yang tepat,,seseorang yang baik disaat yang baik..kebaikan tak pernah dinilai dari seberapa putisnya kata2 yang diumbar.seberapa jagonya dia dengan gombalannya...
sahabatku para wanita,,,simpan dengan rapat ekspresi rasa cintamu untuk dia yang halal bagimu!!
jangan terbuai...jangan terbuai....jangan kau sandarkan hidupmu pada seseorang yang yang belum jelas bagimu!!kau terlalu mulia untuk merasakan sakit dari proses yang yang tak diizinkan Tuhan..

Jumat, 14 Oktober 2011

Suka Duka Menjadi Minoritas Dikelas...


Gimana ga minoritas,,dari 14 orang seangkatan cma ada 2 cewek..dan sayangnya saya satu2nya orang yang tidak punya jam terbang tinggi..selalu punya waktu buat jalan2. beda dengan Bintang (partner cewek satunya lagi),dia sepertinya idola dilingkungan S1 sebelumnya,super sibuk..dengan kapasitas otaknya yang cumlaude wajar ada banyak kerjaan orang lain yang butuh campur tangannya.
akhirnya sekalipun ada 2 cewek berasanya cma sendiri,sering terdampar diacara2 yg didominasi pria2 yang tak muda lagi (tapi ngaku muda)..hoho,,risih sih nggk mungkin karena sebelum2nya sudah terbiasa dengan lingkungan yang banyak cowoknya. klo pun risih,itu karena tema obrolan yang selalu menjurus ke obrolan "17+". tapi menarik rupanya bergaul dengan bapak2,hampir tak ada dukanya..banyak pelajaran yang tak disadari karena efek pergaulan,,menyenangkan karena berasa punya kakak cowok,punya bapak pengganti ortu sementara yang perhatian..
ada yang paling menggelikan saat tukar2an virus"istilah video2 fulgar" dikelas.tentu saja saya nggk ikut2an,tapi karena pake laptopku sebagai media transfer,akhirnya file itu nyangkut juga dilaptopku.nama foldernya "sawah tadah hujan". ternyata didalam folder,ada filmx Luna Maya&Ariel.entah kerjaannya siapa dapat ide ngasih nama folder sawah tadah hujan.
Yang paling mengesankan tentunya nongkrong bareng dan jalan2..yang paling menyenangkan lagi saat jalan2 selalu makannya gratis karena dibayarin bapak2 yang baik hati...hehe,,anak kos mana yang tidak senang dengan traktiran..Ngeban dan Kali code jadi tempat favorit nongkrong diawal semester, kosku diklaim jadi sekretariat secara sepihak tanpa persetujuan empunya KOS..tentu saja tak ada yang protes,,karena dikos ini ckup bebas menerima tamu tanpa batasan waktu dengan pelayanan KOPI pastinya.
Kawan,,,pasti kurindukan kalian semua dan Plizzz jangan lupakan Ida ya....:),,siapa tau bisa ngasih kerjaan..MIZZ U all

 
                                   Saatnya mkan jamur diJejamuran, Magelang ==>kompre Mursidin

Kompre Opung "Syarifudin"

                                              Menanti Kompre Bos Ketua di runag sidang

                                                            Kompre Bang Jack

                                                    KKL Indramayu..."Merindukan" moment ini :(


Kamis, 13 Oktober 2011

Hanya pelarian....

Jika banyak orang yang memilih karena keinginan,,maka ini kulakukan hanya karena ingin melarikan diri.
sekalipun ini pelarian,,tpi haruslah memilih pelarian yang terbaik agar kesia-siaan dan penyesalan kemudian tidak terlalu banyak...
karena diniati dengan penuh emosi maka tak pernah berharap untuk bisa lulus dengan cumlaude,bisa lulus sesuai waktu normalnya sja sudah cukup..
karena jalan ini yang dipilih,setidaknya memilih sabar dengan segala resiko lebih baik.
3 tahun tak bertemu mereka ternyata sanggup dijalani.
jika bukan karena campur tangan Tuhan tak pernah kubayangkan apa jadinya hari ini.
begitu bijaknya Tuhan memahami setiap hambaNya sehingga tidak menjerumuskanku begitu jauh...
saat amarah ini menguasai diri dan ingin mengepresikan diri sebagai representasi dari kemarahan.


Sampai detik ini,,aku tak tahu kapan orang tuaku begitu  bangga dengan anaknya.
seberapa pedulinya mereka kehidupan anaknya. tapi kuyakin,,dalam doanya selalu ada yang terbaik untuk anaknya..ini karena kesibukan jadi mereka tak punya waktu untuk sekedar telpon mengatakan betapa mereka merindukan anaknya,menyayangi dan bahkan meneteskan air mata...dan karena anaknya bukan anak "manja"..ya..sangat memahami itu!!!
setidaknya ini menjadi pelajaran berharga sebagai bekal besok ketika Tuhan mengizinkanku untuk menjadi orang tua..tak akan pernah kubiarkan anakku kelak asing dengan orang tuanya,
orang tua bukanlah kepala sekolah yang harus ditakuti,,
bukan guru yang harus mendikte,
bukan Tuhan yang selalu benar,
bukan Teller bank yang hanya tahu mentransfer uang,
orang tua ya orang tua,,tidak sama dengan yang lain..punya porsi sendiri untuk dihormati,dihargai,disayangi..
dengan cara yang berbeda dari status apapun itu,tidak guru,dosen atau Tuhan


Tuhan,,tolong sampaikan sejuta sayangku untuknya..
Dia yang melahirkanku,dia yang membesarkanku..







Rabu, 08 Juni 2011

Sadranan eps.2

Bukan nuansa pantainya yg ngangenin dan memaksa untuk kesana lagi tapi nuansa kebersamaannya,,,berbagi indomie,,nasgor krng bumbu,,kopi plus ampasnya....tidur kedinginan diatas pasir,api unggun yang membuat mata perih,,,jagung bakar yang gosong tapi dalamnya nggak matang....semua hal yang takkan prnah kudapati ditempat lain,,,,
semua yang wajib dirindukan saat harus berucap "goodbye" pada jogja.....





jogja...jogja...jogja istimwa,,kapanpun kan selalu dihati,

Rabu, 17 Februari 2010

Berdamai dengan kenyataan

Aku manusia,,,maka aku mengeluh,,,,
aku bukan burung yang bebas tanpa aturan,,,,tpi aku tak ingin dikekang.......
aku makhluk maka aku punya hak....
aku punya pikiran,,,maka aku berfikir...
aku ingin kedamaian..
masihkah protes didengar,,,saat keikhlasan kta dipertanyakan???
kehidupan tak dtang dengan sendirinya,,,semua karena sebuah alasan
lalu apa yang harus ku perbuat saat semua anggap bernada apatis
karena semua hal tak sesuai ingin kita....
wajar saja kebahagiaan,,kedamaian dan kenyamanan tak pernah nongol..
karena mereka hanya berkunjung dirumah "keikhlasan"....
ikhlas...??ikhlas...???aku tak tahu apa artinya????
mungkinkah itu berdamai dengan kenyataan..?????
yup,,,kau harus berdamai dengan kenyataan....


Jumat, 18 Desember 2009

Edisi "Kereta Ekonomi"



Tahun 2002 mulai menapaki jejak dikota pelajar,,tpi smpai menginjak thn 2009 tak kunjung sempat mengelilingi pulau jawa.Dan yang paling membuatku penasaran utk berkunjung adalah kota Malang setelah Bogor. Libur 3 hari rasanya cukup menjadi alasan untuk mewujudkan impian itu. Dimulailah perjalanan itu: Star dengan kereta ekonomi"ala mahasiswa" Yogya-Kertosono bersama 2 orang teman kos dan adik, genaplah kita 4 orang hanya dgn duit Rp.19.500. Kereta full,org berdesak-desakan karena kebetulan libur bertepatan dgn hari raya idul adha,,akibatnya..eng..ing..eng..kita tak dapat tempat duduk.Setelah kirakira 20 menitan bru akhirnya saya berdua sma wina (adik kos)dikasih tumpangan tempat duduk oleh slah seorang penumpang yang super...punya 5 orang anak,anak pertama usia sekitar 6 tahun. Bisa dibayangkan brapa selisih masing-masing anak. 2 anak terakhir 1 digendong sma si-bapak dan yang paling bungsu digendong oleh si-ibuk..pemandangan yang paling miris adalah setelah sekitar 5 jam perjalanan,keluarga "besar" itu tak satupun makan kecuali saat kita sodorkan sisa roti buka puasa. Padahal mereka sudah sekitar 9 jam perjalanan dari bandung-jogja. dan tak satupun dari anak2nya yang merengek minta makan..Inikah generasi itu?generasi yang terlatih untuk memahami lingkungannya,generasi yang terlatih untuk selalu nrimo apapun keadaannya, generasi yang nantinya akan meminta belas kasih dari pemerintah untuk mempertanyakan nasibnya?Tak sanggup rasanya membayangkan ada diposisi seperti mereka,Ibu yang begitu sabar,tetap tersenyum meninabobokan si-bungsu agar tetap tertidur walaupun dgn kebisingan kereta dan ocehan2 penumpang lainnya, Bapak yang siap untuk menafkahi anak2 yang banyak, anak2 yang sabar untuk berbagi kasih sayang dgn saudara2nya...
itu sedikit cerita yang kemudian menguatkan alasan untuk balik tidak dengan kereta ekonomi lagi..Alhamdulillah saat balik dri Malang, dapat subsidi transportasi dari Om tercinta..